Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...
Awali segalanya dengan niat tulus,,,

Minggu, 24 April 2011

Penjara Jiwa

kita hanya menangkap diri kita dalam jebakan, karna kita dipenjara dan dikecewakan oleh keinginan kita. Tidak dulu... juga tidak kini, semuanya selalu berakhir sama..
 Wahai jiwa yang terpasung,,,  
Ledakkan belantara jiwa dengan api cintamu 
Bakar amarahmu dengan manisnya mencinta
Cabuti setiap akar, ilalang, dan semak atau apapun 
Yang sanggup mengganggu pesona cintamu
Tapi ooohh,,, Lihatlah!!! 
Ia tidak lagi menawan
Ia terluka, tercabik-cabik, terkoyak, terenggut, terinjak dan mati !

Kasihan sekali dia, siapa yang sudi melepaskan deritanya?
 Seperti Zulaikha mendamba Yusuf,,, tertawan dalam irama bathinnya sendiri
Parasnya tidak lagi ayu
Jemarinya tidak lagi lentik
Rambutnya tidak lagi indah terurai
Ia telah mempermalukan dirinya sendiri
Nalurinya terlalu liar, lepas tak terkendali
Bahwa ketika ia berada ditaman, segala yang terlihat indah, menawan
Bunga yang cantik, suara burung yang merdu,,,
 Terlena,,, membuai
Sehingga ia lupa, hari telah senja dan mulai gelap
Ia lupa pulang,,,,
 
**untuk sahabatku;; aku meminjam baitmu
 

 
 
read more "Penjara Jiwa"

Jumat, 22 April 2011

Satu Tanya Untuk Satu Rasa

Dimanakah kasih bermuara?
Kemana jiwa menyapa?
Pada apa keyakinan meraba?
Tuhan,,, beri jawab pasti, tapi aku tidak siap mendengar

         Labilkah aku?
         Bodoh?
         Apatis?
         Naif?
         Entahlah, sekali lagi,,,
         Aku tidak pernah siap untuk mendengar jawabnya


Hujan ini menumpahkan bara
Petir semakin berirama
Tetap saja membuncah tanya
Seperti apa nada yang kau cipta

Satu pintaku Tuhan,,,, ampuni aku untuk rasa ini



  

     **Bekasi, 22 april 2011
     
read more "Satu Tanya Untuk Satu Rasa"

Jumat, 08 April 2011

Belum ada judul







Aku dan keluargaku berkunjung ke rumahmu
Kamu dan keluargamu menyambut dengan haru
Anakku dengan membawa buku, 
Mengajak anakmu belajar bersama
Mewarnai gambar yang sama

Tiba saat Maghrib, kita sholat berjamaah bersama
Mendoa untuk tujuan yang sama
Berharap pada Tuhan yang sama
Alangkah indahnya, betapa manisnya
Ketika kita bisa saling memahami...

Betapapun dulu aku pernah mencinta
Betapapun dulu cinta itu tersakiti
Terkoyak, terenggut, tercabik-cabik
Dan dengan singkat saja terlepas
Pernahkah kau rasa?
Adakah kau tahu?

Tapi sudahlah,,, 
Kalaupun kini cinta itu bersisa
Mungkin bukan cinta nyata
Tapi cinta yang mencintai cinta
Seperti angin, terasa namun tak teraba
Seperti dalamnya samudra, terukur namun tak terjamah










read more "Belum ada judul"

Sabtu, 02 April 2011

Rumah Diatas Bukit

Aku ingin ada disana, suatu saat nanti
ketika hanya ada aku dan kamu
Ada sebatang sungai membelah sawah,
burung merdu menyuarakan nyanyian damai
Hamparan padi yang merata warna
sesekali terdengar lenguhan sapi
Aku ingin ada disana, suatu saat nanti
Ketika hanya ada aku dan kamu, juga anak-anak kita
Mungkin saat itu kita sudah renta,
ketika tangan kekarmu tak lagi gagah menjangkauku
Pundakmu tak lagi sanggup menopang tubuhku
Matamu tak lagi awas menatap parasku
Begitu juga halnya aku......
Tapi aku ingin tetap ada disini, didadamu yang damai
dalam kasih sayangmu yang tulus
Itu harapanku, karena aku tahu
tak ada satu orangpun yang sanggup mencintaiku
Seperti cinta yang kau berikan padaku
Aku ingin ada disana suatu saat nanti
Ketika hanya ada aku dan kamu
Anak-anak kita mungkin mulai beranjak dewasa
Ah, padahal baru kemarin saja rasanya,
Ketika mereka sering bangun ditengah malam karena haus
Atau menangis karena mencari perhatian kita
Juga ketika mereka kerap bertengkar
Semata karena mereka saling menyayangi
Anak-anak yang kadang sering membuat kita berselisih paham
Aku ingin mereka seperti ini, sementara kamu ingin yang lain
Kamu selalu ingin menjadikan mereka anak-anak yang kuat
Yang selalu kuat dalam keadaan apapun
Aku bisa mengerti maksudmu,
Semua hanya karena kita menyayangi mereka
Ah, tapi sudahlah.....
Aku jadi penasaran seperti apa mereka nantinya
Aku ingin ada disana suatu saat nanti,
Ketika hanya ada aku dan kamu
Merenda tawa, menggelar cita.....
Hari ini kita masih seperti ini, dan nanti akan menua.....
Namun, Aku ingin ada disana suatu saat nanti
Di Rumah Diatas Bukit, ketika hanya ada aku dan kamu.....


"Dedicate to My husband", terima kasih untuk semuanya....
read more "Rumah Diatas Bukit"