Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...
Awali segalanya dengan niat tulus,,,

Selasa, 24 September 2013

Untukmu Garuda Mudaku


Apa kabarmu hari ini anakku,,,??
Duh,,, selalu saja ingin tahu keadaanmu, mendengarkan cerita-ceritamu, mendengarkan keluh kesahmu,  tentang  lelahmu hari ini, tentang  berapa tetes keringat  yang mengalir untuk latihan hari ini,  tentang  apa saja yang kau temui  di setiap kayuhan sepedamu, mendengar desah nafasmu yang mendesau,  kau memang suka sekali bercerita, dan ibu sangat senang mendengarkan.  Lima belas menit,  tiga puluh menit, enam puluh menit,,, rasanya tak pernah cukup untuk mu , meski  terkadang  kau buru-buru.  Tapi, dengarlah  ibu selalu rindu  suaramu....
Apakabarmu hari ini anakku,,,??
Sudah bertambahkah hapalan hapalan mu? AlWaqi’ah? Annabaa’?  ARRahmaan? Bagaimana dengan muroja’aahmu?  Sudah semakin lancar bukan?  Ibu berharap kau takkan pernah lupa pesan ibu,  semakin banyak kau membaca Alqur’an itu, semakin besar Allah mencintaimmu,  begitu juga dengan shalat sunnahmu,  kau harus lebih banyak dari yang ibu lakukan. Qobliyah-Ba’diyah, Duha, tahajjud,  hajat, semoga  sesering yang ibu bayangkan  anakku, karena  apapun kita, penghambaan diri  pada Yang Maha Pemurah itu adalah mutlak, tak tertawarkan.
Apakabarmu hari ini anakku,,,??
Belajar apa kau pagi ini,,,??  Berapa  banyak catatan yang kau tulis??  Ahh,,, jujur saja, mengingat sekolah mu ibu selalu saja bersedih, ibu hanya ingin kau besar dan tumbuh, sekolah dengan normal setiap hari seperti  kakak dan adik-adikmu, merangkai prestasi seperti  yang selama ini kau capai, rangking kelas sepanjang tahun,  Yaahhh,,, kau memang anak baik, baik sekali,  ulet dan cerdas. Masih ingat kalimat salah satu gurumu ketika itu “ Berikan saya seratus murid seperti dia dalam satu kelas sekalipun, saya tidak akan pernah kerepotan, sungguh dia anak yang bisa diandalkan” Hmmmm,,,, kau tau artinya itu? Kamu memang  anak baik. Tapi itu dulu, dan tekadmu meluluhkan ibu, kau ingin menjadi pemain sepak bola—profesional--, meninggalkan  bangku sekolahmu disini,  rumah, orang tua, dan saudara saudaramu,  itu demi tekadmu   yang kuat,  dan mulai saat itu ibu berjanji akan tetap mendukungmu,  dengan apapun, termasuk dengan DOA dan airmata.  Kau memang   anak yang  kuat, dan ibu tidak pernah lelah memujimu. Sungguh Allah Maha Kuat, Semoga  DIA  semakin menguatkanmu. Aamiin
Apakah kau masih kecewa hari ini anakku,,,??
Kau sudah  paham bukan? Bahwa roda itu terus berputar agar pedati  bergerak dan berjalan.  Meskipun harus rela dibawah,  juga harus siap diatas. Demikian  juga dengan nasib, bukan tentang menjadi apa kau hari ini, tapi sejauh apa kau berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.  Rumput, bola,  lari, sit-up, push-up,  jumping, heading, atau apalah namanya,  harus tetap kau kejar dengan angka terbaik,  harus total itu katamu,  meski lelah, bercucur keringat,  teruslah anakku,,,,  karena tekadmu sudah bulat. Kau harus jadi pemain dan pemenang, bukan pecundang !!  Ketika kau lelah, dan penat, jangan lupa,,, Berlarilah juga kepada Tuhanmu,  katakan “aku ingin KAU memberiku kekuatan lebih, sehingga aku bisa berlari lebih jauh lagi”..... dan  Ibu  takkan pernah bosan mendukungmu, mengganti butiran keringatmu selaksa tasbih yang akan terus dan teruuuussss bergulir,  mengangkasa keAgungan Allah .

Dengarkan  ini anakku,,,,
Ketika  prestasimu  surut,  bukan berarti  kau  tidak bisa maju lebih jauh lagi, tapi itu hanya karena kau jenuh, penat, wajar, wajar sekali,,, istirahatlah sejenak anakku, mari  duduk disini disamping ibu, rebahkan kepalamu dipangkuan ibu, dan rasakan betapa detak jantung ibu adalah detak jantungmu, dan doa-doa ibu adalah nafasmu, ibu akan membacakan kembali kalimat sakti yang selalu menjadi favoritmu, “JUARA SEJATI BUKAN YANG TIDAK PERNAH GAGAL, TAPI DIA YANG SELALU BANGKIT SETIAP KALI TERJATUH”  Entah darimana kau dapatkan kalimat ini, kau pintar sekali memaknai kata, sehingga ini menjadi obor semangat buatmu.  Hey, betapa bangganya memilikimu....
Ketika kau kecewa dengan keadaan, dengan teman-temanmu, tetaplah berbaik sangka, bukankah mereka teman teman seperjuanganmu? Berjuanglah kalian bersama sama, kerja keras itu akan manis pada akhirnya. Sungguh  Allah tidak akan pernah mengujimu diluar batas kemampuanmu.  
Ketika langkahmu melemah, marah dengan keadaan, iri melihat temanmu yang lain menikmati masa mudanya, bermain dengan leluasa, bergaul dengan siapa saja, sementara kau hanya terkurung disitu, berpeluh peluh dilapangan dibawah terik matahari, setiap hari berlatih dan berlatih,, dengarkan kalimat sakti ini ( lagi ) “INNAA MA’AL  ‘USRI YUSRON, FAINNAA MA’AAL ‘USRI YUSRON” Sungguh dibalik kelelahanmu, ada kemudahan untukmu, tidak kini,  nanti pasti. Jangan pernah berhenti....!!! mungkin hari ini lelah, tapi yakinlah, keringatmu tidak akan pernah mengering sia-sia.
Teruslah bergerak, karena dengan itu kau akan terlepas dari belenggu, ketika waktu itu kau sudah sampai di belahan bumi Allah yang lain, ibu ingin melihatmu ketempat yang lain lagi, menjelajah dunia, menggali ilmu, ibu senang, kakak, adik-adikmu, dan semua keluarga bangga, dan masih ingin menyaksikan kesuksesan mu dari tribun penonton, U-17, U-19, U-21,,, bahkan sampai setinggi tingginya,,, menantimu,,,,  mendoakanmu,,, namun jikapun tidak,  ibu tetap bangga denganmu, karena kau tetap juara dihati ibu.
Tetaplah tawaddu’ anakku, karena sejatinya padi yang  siap panen itu tidak pernah membusungkan diri, ia merunduk, memperlihatkan kematangannya.  Mintalah  selalu kepada Allah, agar DIA selalu menjagamu, meridhoi  setiap tarikan nafasmu, menjauhkanmu dari sombong dan angkuh senantiasa menyelimutimu dengan Rahmat dan kasih sayangNYA, dan jika sudah, ceritakan pada ibu, ibu akan senang sekali mendengarnya.
Lalu dengarkan doa ibu hari ini,,,,
Yaa Rabbanaa,,, Bukankah kau sudah melihat kerja kerasnya? Mendengar  doa-doanya  dan juga doaku? Hamba  mohon kepadaMU Yaa Tuhanku,  berikankan  anak-anakku kekuatan lebih, jadikan mereka  anak-anak yang kuat, anak-anak yang selalu dijalan-Mu, cukupkan mereka dengan rezekiMU sayangi mereka, jangan biarkan mereka lalai dari mengingatMU, teguhkan mereka dalam Iman dan Islam, jadikan mereka sebaik-baik ummat  Nabi-MU Muhammad SAW.
“Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa, wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yunin wa ja’alnaa lilmuttaqiina imaaman”,,, Aamin Yaa Rabbal’aalamiin....


read more "Untukmu Garuda Mudaku"

Senin, 09 Juli 2012

Di Sebait Lirik





Menjaring   Matahari

Kabut
Sengajakah Engkau
Mewakili Pikiranku
Pekat
Hitam Berarak
Menyelimuti Matahari
Aku Dan semua yang ada di seklilingku
Merangkak menggapai dalam kelam
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Mendung Benarkah Pertanda Akan segera turun hujan
Deras Agar Semua Basah Yang ada di muka bumi
Siramilah juga jiwa kami semua
Yang tengah dirundung kegalauan
Reff: Roda Jaman Menggilas Kita
Terseret Tertatih-tatih
Sungguh Hidup terus diburu berpacu dengan waktu
Tak ada yang dapat menolong selain yang di sana
Tak ada tempat yang membantu selain yang di sana
Dialah Tuhan
Dialah Tuhan
     
 **Saya suka lirik lagu Kang Ebit yang satu ini.... 
    Berasa kayak didalam kereta api melintasi daerah Jawa 
    Melewati, sawah, hutan, sungai, lalu perkampungan penduduk
    Debu, air, panas, angin kencang, sesekali tercampur hujan
    Meski lelah, ngantuk, penat sangat, namun laju kereta harus terus kencang
    Menggilas apa saja yg ada dilintasan rel, berderu dengan waktu
    Demi satu hasrat, secepatnya mencapai tujuan.....

*** dan hasrat mudikpun semakin menggebu :)

                     =========000000========
    

Berita Kepada Kawan


Perjalanan ini
Trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Disampingku kawan

Banyak cerita
Yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan

Tubuhku terguncang
Dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatap
kering rerumputan

Perjalanan ini pun
Seperti jadi saksi
Gembala kecil
Menangis sedih ...

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika di kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut
Kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak
Kepada matahari

Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri
Terpaku menatap langit

Barangkali di sana
ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang


***Nah, lirik yang satu inipun tak kalah cantik, sedih, mengharu biru
Jadi ingat betapa toleransi sudah sampai pada titik mati suri. kalo lagi inget salah satu iklan minuman, biasanya tayang pas bulan puasa, jingle-nya pake lagu ini, suasana pas mau buka puasa.

Disetiap ada bencana dinegeri ini, banjir, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran, gunung meletus, bahkan yang paling fenomenal Tsunami, hampir seluruh media elektronik menggunakan lagu ini sebagai soundtrack dari berita-berita yang bergulir. Entah, sepertinya tidak ada lagu yang lebih pas untuk menggambarkan keadaan yang pasti mengenaskan. Dan sialnya, setiap denger lagu ini, selalu berasa sesak didada, sedih, haru, nangis, ^rada lebay sih, tapi memang demikian yang terasa :(

Eh, tapi ada lagi ding, yang sering terngiang kalo lagi ada bencana terutama ketika bencana Gunung Merapi beberapa tahun yang lalu (semoga disetiap bencana, selalu bisa menjadi pelajaran penting buat kita semua, meski hanya sedikit)
Nih dia,,,


   Untuk Kita Renungkan


Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..

Singkirkan debu yang masih melekat..

Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya..

Adalah Dia di atas segalanya..

Anak menjerit-jerit, asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista... oh
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya

hooo...hooo
hooo

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum... ho..
du..du...du..du..du..
du..du..du..du..oh...
ho...ho...ho...
du..du..du..du..
Berubahlah agar Dia tersenyum

**Semoga tak ada lagi bencana :) Mari jaga bumi kita....

       ========000000========

    Titip Rindu Buat Ayah


Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm…
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia


      **Kalo lirik, eh lagunya juga ding, yang ini ni....
  Sudah hampir pasti bikin saya mewek termehek-mehek, tak sanggup berkata-kata, ngebayangin ayah ketika sudah sampai pada usia 60 tahunan ( seperti apa yaaa?) melihat mata sayunya, senyum lembutnya, kulit putih keriputnya, nafasnya, tapi tetap tampan dan bersahaja, sayang beliau tidak akan pernah sampai pada usia ini, karena beliau akan tetap muda dan gagah bersama bidadari bidadari surga, Aamiin.....
Ahhh,,, tuh kan, mewek lagi.... Andai saja oh, andaiii....


*** sebenernya masih banyak lagi, bahkan hampir semua lirik lagu Kang Ebit saya suka, dan mungkin juga semua orang suka, liriknya panjang-panjang, sarat makna dan selalu tendensius

maunya sih diposting semua, tapiii,,, pegel euy.... lain kali aja dah...:)




read more "Di Sebait Lirik"

Rabu, 25 Januari 2012

Someone Like You

I heard
That you're settled down
That you
Found a girl
And you're
Married now

I heard
That your dreams came true.
Guess she gave you things
I didn't give to you

Old friend
Why are you so shy?
Ain't like you to hold back
Or hide from the light

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead,
Yeah.

You know how the time flies
Only yesterday
It was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise
Of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known
How bittersweet this would taste?

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead
**Ga tau kenapa, sukkaaa bangett ni lagu :)
     Let's enjoy it,,,



 http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=hLQl3WQQoQ0
read more "Someone Like You"

Selasa, 20 September 2011

Sekedar sapa

Bismillahirrahmaanirrahiim,,,
Subhanallah, 3 bulan sudah, saya tidak pernah mengunjungi Blog ini.
Entahlah, tiba-tiba saya kehilangan banyak kata, kehilangan banyak kesempatan, kehilangan banyak ruang, kehilangan banyak ide, untuk menumpahkan kalimat berantakan yang ada diotak saya.
Kata, kalimat,,,, terlalu banyakk sebenarnya yang ingin di ungkapkan, tapi nyatanya kadang hanya mentok diujung lidah. Mau langsung ditulis? Waktu,,, itu yang jadi kendala ( maklum,,, saya mah orangnya kadang sok sibuk, sebenarnya mah nyibuk-nyibukin diri doang, biar keliatan sok elegan kayak orang-orang bekerja gitu...).
Banyak hal yang ingin ditulis, tentang rasa, ruang, waktu, marah, cinta, dan segala hal yang boleh dan tak boleh orang tahu, sempat dan tidak sempat orang baca, Who's care?? (ini ngomongin apa sih sebenernya yak,,,???)
Well,,,banyak hal yang hilang sebenarnya, yang tertinggal, yang terlupa, yang tertindas,,, dan semua ingin dituangkan disini, tapi sepertinya tidak untuk hari ini, karena jujur,,, saya benar-benar kehilangan ide,,,hehehe
Sekedar menambah jumlah postingan, mungkin itu saja alasannya,,,
Sekedar berkunjung, untuk menambah jumlah pengunjung, heheheh
Tapi sejujurnya, saya masih tetap ingin menulis, nanti...!!!
Semoga bisa tersusun menjadi kalimat yang layak posting,
Setidaknya layak untuk bacaan saya sendiri, syukur-syukur bisa kebaca dan dimengerti orang,,,,heheheh...(lagi, lagi,,,)

Dunia makin panas aja, semoga ini tidak mempercepat datangnya kiamat ya,,,:))
read more "Sekedar sapa"

Sabtu, 18 Juni 2011

Ajari Aku

Saya terkurung disini
Dalam amarah yang tak berlogika
Dalam kebodohan yang terselubung
Dalam tawa yang tak terkendali
Dalam nafsu liar dan nakal

Saya ingin mengenal Tuhan saya
Dengan wujud cinta yang lain
Dengan pandangan angka yang beda
Dengan rangkaian kalimat-kalimat pintar
Dengan segala yang nyata dan tidak

Pada apapun saya bertanya
Tentang apapun saya mengukur
Pada tanah
Pada air,
Pada api
Tuhan,,, Ulurkan Tangan Cerdik-MU
Biar kusentuh, meski hanya perpanjangannya saja
Saya ingin, saya tidak sekedar bual besar

**Long life education, Minal mahdi ilallahdi
read more "Ajari Aku"

Minggu, 12 Juni 2011

Terima Kasih Untuk Malam Ini


     ''Tunggu sebentar, biar saya panggilkan. Palingan juga lagi di masjid, biasanya ga akan  pulang kalau belum kelar sholat isya'' Ujar adik laki-laki saya, sembari menyalakan motornya dan berlalu. Segala pikiran berkecamuk dalam jiwa, saya penasaran, seperti apa dia sekarang, kenapa mereka tidak mengabariku sejak awal, bahkan dia sudah kembali semenjak 3 hari .yang lalu, Benarkah,,,???
 ''Tega,,,kenapa ga ngasi tau dari kemarin,,?'' tanyaku pada kakakku.
Sambil membenarkan letak duduknya kakak perempuanku berujar,
‘'Dia ga mau ketemu siapa-siapa, malu katanya,  Dia juga ga pernah kemana-mana selain ke masjid.'' kakakku memberi pembelaan.
 ''Tapi saya juga kan punya hak untuk tau'' Suara saya meninggi.
''Iya, tau,,,tapi ini kan permintaan dia juga, ayah terlalu merasa bersalah sama kita semua, jadi serba ga enak, padahal kangen sekali sama kita semua'' demikian penjelasan kakakku, ketika rasa cemburu saya membuncah karena tidak mengetahui lebih awal tentang kepulangan ayah saya. Kami 4 orang bersaudara dan seorang ibu, memang tinggal terpisah semenjak kami masing-masing membina rumah tangga. 
Ayah saya pergi lebih dari 32 tahun yang lalu. Kami masih sangat kecil waktu itu, dalam usia balita, kecuali kakak sulung saya yang sudah berusia 6 tahun.
Dan kami meyakininya sebagai ‘’meninggal’’
Karena beliau memang nyata meninggal adanya, mendadak, tanpa sakit, dan Allah memanggilnya dalam keadaan puasa sunnah waktu itu. Subhaanallah!!!
Tapi bagaimana mungkin setelah sekian lama, kemudian dia pulang???
     AYAH SAYA PULANG...!!!
Saya menulisnya besar-besar dengan tanda pentung berjejer tiga.
Iya, ayah saya ternyata pulang, tiga puluhan tahun saya menunggu, tanpa pernah tau keberadaannya.
Dia hanya pergi, entah kemana.
Dia tidak meninggal seperti yang saya yakini selama ini.
Laki-laki angin itu ada disini sekarang, dan saya sedang sibuk melukis wujudnya.
Masih gagahkah, bagaimana dengan rambut ikalnya? Kulit putihnya?
Saya ingin sekali memeluknya, merasakan tubuh kekarnya, menikmati ketampanannya.
Ah, saya benar-benar tidak sabar...
     Sesekali saya melongok keluar, sambil terus mencoba merenda, kalimat apa yang pantas saya ucapkan ketika pertama kali menjabat tangannya nanti. Duuuhhh,,, gelisah dan mendebarkan. Seperti anak muda yang sedang jatuh cinta, ingin segera bertemu, tapi tak ingin.
Grogi,,,saya jatuh cinta sama ayah saya.
 Pikiran saya melayang sesaat, andai saja dia pulang 16 tahun yang lalu, pastilah dia yang akan menjabat tangan laki-laki yang kini menjadi suami saya pada saat ijab-qabul akad nikah saya dulu.
Dia pula yang akan menentukan hari dan tanggal pernikahan saya, dan dia  yang akan berada disamping saya, menemani dan mendampingi ibu saya di pelaminan saya.  Orang pertama yang mencium anak laki-laki pertama saya, dan akan menjabat tangan suami saya demi mengucap kata selamat!
Atau mungkin saja, dia orang pertama yang akan menyokong dan mendukung saya untuk harus menyelesaikan sekolah setinggi-tingginya. Karena dia sangat paham bahwa perempuan juga memiliki hak yang sama bahkan dalam pendidikan.
Tapi sudahlah, yang terpenting hari ini adalah, bahwa dia kembali.... Dan saya sangat mensyukuri itu...!!!
      ''Maafkan, beribu-ribu ampun maaf, anakku,,, Maafkan segala kesalahan ayah, tidak pernah berkabar, bersurat, atau apapun, buat kamu kakak-kakakmu, adikmu, juga ibumu, maafkan, maafkan, bahwa ayah telah meninggalkan kalian begitu lama'' Suara ayah saya parau, intonasinya bertubi-tubi, bahkan seperti tidak ,memberi kesempatan saya bicara.
Saya  menjabat tangannya, dingin.
Berhamburan memeluknya, menciumnya.
Oh Tuhan,,, inikah syurga cinta seorang ayah kepada anaknya?
Saya merasakannya sekarang, pelukan hangat ayah saya…
Saya belum ingin melepasnya, ketika tiba-tiba dia melanjutkan kalimatnya,
'' Maafkan ayah tidak bisa menemani kalian melewati masa kanak-kanak kalian, tak sanggup merangkul kalian ketika kalian sedih, bahkan ayah tidak bisa menjadi wali nikah kalian,
ayah tidak pernah menafkahi kalian, dan kini ayah datang setelah ayah renta.''
Saya menyeka air matanya yang deras, saya berkesempatan melihatnya lamat-lamat.
Dia masih tetap tampan kendati terlihat mulai menua.
 Saya memeluknya kian erat, merasakan dada bidang yang mulai melemah, meremas jemari halusnya yang mulai keriput. Saya tidak sanggup berkata-kata, buyar semua kalimat yang sejak tadi saya susun, kalimat yang akan saya ucapkan, hanya tercekat sampai di tenggorokan. Saya meraba pipinya makin basah, dia menangis tersedu-sedu.
Sejenak saya melepaskan pelukan saya, menatap matanya yang teduh...
 "Sebenarnya ayah malu bertemu kalian, malu sekali... Tapi ayah juga sangat merindui kalian. Kamu  cantik sekali, nak ! Seperti yang ayah bayangkan. Putri kecil ayah dengan rambut kuncir kuda, sekarang sudah menjelma menjadi perempuan cantik, ayah bangga memiliki kalian!!. '' Suaranya semakin berat. Saya memeluknya kembali, dan tak ingin lepas!!!
     Tiga puluhan tahun saya penasaran, membayangkan pelukan hangat ini, mereka-reka seperti apa.
Dia masih sangat tampan ternyata, selama ini saya hanya bisa melihat wajahnya dalam foto.
Dan lihatlah kawan,,,! Saya merasakannya sekarang, sentuhan hangatnya, mendengar suaranya, menikmati aroma tubuhnya, saya bisa merasakan kebahagiaan kalian sekarang, saya menikmati kehadiran seorang ayah.
Dan kesempatan ini tidak lagi hanya milik kalian, tapi juga saya. Dan ini nyata....Saya bahagia.
Bahagia sekali, meski terlambat,,, saya sempat memeluk ayah saya.
      Sejenak kemudian ayah saya mengeluarkan sesuatu dari saku baju koko yang dikenakannya.
Seuntai tasbih yang dibungkus sapu tangan usang, butirannya berwana hitam berkilat-kilat, dengan rumbaian benang berwarna emas.
''Hanya ini nak, yang bisa ayah berikan, tidak ada pakaian apalagi emas.
Hitunglah butirannya setiap hari, bukan dengan hitungan angka,
 tapi dengan untaian nama-nama Indah Allah '’ suaranya berat, tercekat
 Saya memelas, ''memang selama ini ayah kemana saja, kami sangat membutuhkan ayah, kami sangat rindu Yah?'' tanyaku.
''Sebenarnya selama ini ayah tidak pernah kemana-mana,
ayah tetap disini, dihati kalian...!!! Ayah menjawab singkat.
Saya, kakak saya dan adik laki-laki saya,,,, kami berpandangan satu sama lain, tidak mengerti apa yang baru saja ayah katakan.
Kami berpelukan, Subhaanallah,,, Terima kasih Ya Allah atas kesempatan ini.
Saya kembali menangis, kali ini tangis bahagia. 
Sekali lagi, ini tangis bahagia, dendam membara akan kerinduan, kesumat tak berperi untuk sebuah sebutan ''AYAH''
     ''Mah,,bangun mah... mimpi apa sih sampai nangis begitu....???
Laahaulaa walaa quwwata illabillah,,,
Subhaanallah walhamdulillah walaailaaha illallahu Allahuakbar.
Saya masih menangis, entah  bahagia, entah bersedih.
Ini mimpi terindah saya, mestinya ini bisa lebih lama,
jika saja suami saya tidak membangunkan saya.
Terima kasih Ya Rabb,,,, untuk mimpi malam ini,
Saya menatap dinding kamar,
Tasbih bulir-bulir hitam berkilat dengan rumbai benang emas itu tergantung disitu....
Sebulan berselang, kehangatan pelukan ayah saya masih disini.
Yaa Rahmaan,,, ijinkan mimpi ini hadir lain kali, lagi...!

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afii’iwa’fu’anhu…..
read more "Terima Kasih Untuk Malam Ini"

Jumat, 10 Juni 2011

Posesif

Mengapa lenyap sapamu

Aku mencari, tak tentu arah

Sepimu membekukan sebagian liarku

Aku meraba, nanar,,,!!!

Yang ada tetap senyap...


Jika ini dosa tak terampunkan

Tak ragu kupohonkan kembali

Demi kasih yang tak bertuan

Karena cinta ini tulus
read more "Posesif"