Apa kabarmu hari ini anakku,,,??
Duh,,, selalu saja ingin tahu keadaanmu, mendengarkan
cerita-ceritamu, mendengarkan keluh kesahmu,
tentang lelahmu hari ini,
tentang berapa tetes keringat yang mengalir untuk latihan hari ini, tentang
apa saja yang kau temui di setiap
kayuhan sepedamu, mendengar desah nafasmu yang mendesau, kau memang suka sekali bercerita, dan ibu
sangat senang mendengarkan. Lima belas
menit, tiga puluh menit, enam puluh
menit,,, rasanya tak pernah cukup untuk mu , meski terkadang
kau buru-buru. Tapi,
dengarlah ibu selalu rindu suaramu....
Apakabarmu hari ini anakku,,,??
Sudah bertambahkah hapalan hapalan mu? AlWaqi’ah?
Annabaa’? ARRahmaan? Bagaimana dengan
muroja’aahmu? Sudah semakin lancar
bukan? Ibu berharap kau takkan pernah
lupa pesan ibu, semakin banyak kau
membaca Alqur’an itu, semakin besar Allah mencintaimmu, begitu juga dengan shalat sunnahmu, kau harus lebih banyak dari yang ibu lakukan.
Qobliyah-Ba’diyah, Duha, tahajjud,
hajat, semoga sesering yang ibu
bayangkan anakku, karena apapun kita, penghambaan diri pada Yang Maha Pemurah itu adalah mutlak, tak
tertawarkan.
Apakabarmu hari ini anakku,,,??
Belajar apa kau pagi ini,,,?? Berapa
banyak catatan yang kau tulis??
Ahh,,, jujur saja, mengingat sekolah mu ibu selalu saja bersedih, ibu
hanya ingin kau besar dan tumbuh, sekolah dengan normal setiap hari
seperti kakak dan adik-adikmu, merangkai
prestasi seperti yang selama ini kau
capai, rangking kelas sepanjang tahun,
Yaahhh,,, kau memang anak baik, baik sekali, ulet dan cerdas. Masih ingat kalimat salah
satu gurumu ketika itu “ Berikan saya seratus murid seperti dia dalam satu
kelas sekalipun, saya tidak akan pernah kerepotan, sungguh dia anak yang bisa
diandalkan” Hmmmm,,,, kau tau artinya itu? Kamu memang anak baik. Tapi itu dulu, dan tekadmu
meluluhkan ibu, kau ingin menjadi pemain sepak bola—profesional--,
meninggalkan bangku sekolahmu
disini, rumah, orang tua, dan saudara
saudaramu, itu demi tekadmu yang kuat,
dan mulai saat itu ibu berjanji akan tetap mendukungmu, dengan apapun, termasuk dengan DOA dan
airmata. Kau memang anak yang
kuat, dan ibu tidak pernah lelah memujimu. Sungguh Allah Maha Kuat,
Semoga DIA semakin menguatkanmu. Aamiin
Apakah kau masih kecewa hari ini anakku,,,??
Kau sudah paham
bukan? Bahwa roda itu terus berputar agar pedati bergerak dan berjalan. Meskipun harus rela dibawah, juga harus siap diatas. Demikian juga dengan nasib, bukan tentang menjadi apa
kau hari ini, tapi sejauh apa kau berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari. Rumput, bola,
lari, sit-up, push-up, jumping,
heading, atau apalah namanya, harus
tetap kau kejar dengan angka terbaik,
harus total itu katamu, meski
lelah, bercucur keringat, teruslah
anakku,,,, karena tekadmu sudah bulat.
Kau harus jadi pemain dan pemenang, bukan pecundang !! Ketika kau lelah, dan penat, jangan lupa,,,
Berlarilah juga kepada Tuhanmu, katakan “aku
ingin KAU memberiku kekuatan lebih, sehingga aku bisa berlari lebih jauh lagi”.....
dan Ibu
takkan pernah bosan mendukungmu, mengganti butiran keringatmu selaksa
tasbih yang akan terus dan teruuuussss bergulir, mengangkasa keAgungan Allah .
Dengarkan ini
anakku,,,,
Ketika
prestasimu surut, bukan berarti
kau tidak bisa maju lebih jauh lagi,
tapi itu hanya karena kau jenuh, penat, wajar, wajar sekali,,, istirahatlah
sejenak anakku, mari duduk disini
disamping ibu, rebahkan kepalamu dipangkuan ibu, dan rasakan betapa detak
jantung ibu adalah detak jantungmu, dan doa-doa ibu adalah nafasmu, ibu akan
membacakan kembali kalimat sakti yang selalu menjadi favoritmu, “JUARA SEJATI
BUKAN YANG TIDAK PERNAH GAGAL, TAPI DIA YANG SELALU BANGKIT SETIAP KALI
TERJATUH” Entah darimana kau dapatkan
kalimat ini, kau pintar sekali memaknai kata, sehingga ini menjadi obor
semangat buatmu. Hey, betapa bangganya
memilikimu....
Ketika kau kecewa dengan keadaan, dengan teman-temanmu,
tetaplah berbaik sangka, bukankah mereka teman teman seperjuanganmu?
Berjuanglah kalian bersama sama, kerja keras itu akan manis pada akhirnya. Sungguh
Allah tidak akan pernah mengujimu diluar
batas kemampuanmu.
Ketika langkahmu melemah, marah dengan keadaan, iri melihat
temanmu yang lain menikmati masa mudanya, bermain dengan leluasa, bergaul
dengan siapa saja, sementara kau hanya terkurung disitu, berpeluh peluh
dilapangan dibawah terik matahari, setiap hari berlatih dan berlatih,,
dengarkan kalimat sakti ini ( lagi ) “INNAA MA’AL ‘USRI YUSRON, FAINNAA MA’AAL ‘USRI YUSRON”
Sungguh dibalik kelelahanmu, ada kemudahan untukmu, tidak kini, nanti pasti. Jangan pernah berhenti....!!!
mungkin hari ini lelah, tapi yakinlah, keringatmu tidak akan pernah mengering
sia-sia.
Teruslah bergerak, karena dengan itu kau akan terlepas dari
belenggu, ketika waktu itu kau sudah sampai di belahan bumi Allah yang lain,
ibu ingin melihatmu ketempat yang lain lagi, menjelajah dunia, menggali ilmu,
ibu senang, kakak, adik-adikmu, dan semua keluarga bangga, dan masih ingin
menyaksikan kesuksesan mu dari tribun penonton, U-17, U-19, U-21,,, bahkan
sampai setinggi tingginya,,, menantimu,,,,
mendoakanmu,,, namun jikapun tidak,
ibu tetap bangga denganmu, karena kau tetap juara dihati ibu.
Tetaplah tawaddu’ anakku, karena sejatinya padi yang siap panen itu tidak pernah membusungkan diri,
ia merunduk, memperlihatkan kematangannya.
Mintalah selalu kepada Allah,
agar DIA selalu menjagamu, meridhoi
setiap tarikan nafasmu, menjauhkanmu dari sombong dan angkuh senantiasa
menyelimutimu dengan Rahmat dan kasih sayangNYA, dan jika sudah, ceritakan pada
ibu, ibu akan senang sekali mendengarnya.
Lalu dengarkan doa ibu hari ini,,,,
Yaa Rabbanaa,,, Bukankah kau sudah melihat kerja kerasnya?
Mendengar doa-doanya dan juga doaku? Hamba mohon kepadaMU Yaa Tuhanku, berikankan
anak-anakku kekuatan lebih, jadikan mereka anak-anak yang kuat, anak-anak yang selalu
dijalan-Mu, cukupkan mereka dengan rezekiMU sayangi mereka, jangan biarkan
mereka lalai dari mengingatMU, teguhkan mereka dalam Iman dan Islam, jadikan
mereka sebaik-baik ummat Nabi-MU
Muhammad SAW.
“Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa, wa dzurriyyaatinaa
qurrata a’yunin wa ja’alnaa lilmuttaqiina imaaman”,,, Aamin Yaa
Rabbal’aalamiin....

0 komentar:
Posting Komentar