Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...
Awali segalanya dengan niat tulus,,,

Selasa, 24 September 2013

Untukmu Garuda Mudaku


Apa kabarmu hari ini anakku,,,??
Duh,,, selalu saja ingin tahu keadaanmu, mendengarkan cerita-ceritamu, mendengarkan keluh kesahmu,  tentang  lelahmu hari ini, tentang  berapa tetes keringat  yang mengalir untuk latihan hari ini,  tentang  apa saja yang kau temui  di setiap kayuhan sepedamu, mendengar desah nafasmu yang mendesau,  kau memang suka sekali bercerita, dan ibu sangat senang mendengarkan.  Lima belas menit,  tiga puluh menit, enam puluh menit,,, rasanya tak pernah cukup untuk mu , meski  terkadang  kau buru-buru.  Tapi, dengarlah  ibu selalu rindu  suaramu....
Apakabarmu hari ini anakku,,,??
Sudah bertambahkah hapalan hapalan mu? AlWaqi’ah? Annabaa’?  ARRahmaan? Bagaimana dengan muroja’aahmu?  Sudah semakin lancar bukan?  Ibu berharap kau takkan pernah lupa pesan ibu,  semakin banyak kau membaca Alqur’an itu, semakin besar Allah mencintaimmu,  begitu juga dengan shalat sunnahmu,  kau harus lebih banyak dari yang ibu lakukan. Qobliyah-Ba’diyah, Duha, tahajjud,  hajat, semoga  sesering yang ibu bayangkan  anakku, karena  apapun kita, penghambaan diri  pada Yang Maha Pemurah itu adalah mutlak, tak tertawarkan.
Apakabarmu hari ini anakku,,,??
Belajar apa kau pagi ini,,,??  Berapa  banyak catatan yang kau tulis??  Ahh,,, jujur saja, mengingat sekolah mu ibu selalu saja bersedih, ibu hanya ingin kau besar dan tumbuh, sekolah dengan normal setiap hari seperti  kakak dan adik-adikmu, merangkai prestasi seperti  yang selama ini kau capai, rangking kelas sepanjang tahun,  Yaahhh,,, kau memang anak baik, baik sekali,  ulet dan cerdas. Masih ingat kalimat salah satu gurumu ketika itu “ Berikan saya seratus murid seperti dia dalam satu kelas sekalipun, saya tidak akan pernah kerepotan, sungguh dia anak yang bisa diandalkan” Hmmmm,,,, kau tau artinya itu? Kamu memang  anak baik. Tapi itu dulu, dan tekadmu meluluhkan ibu, kau ingin menjadi pemain sepak bola—profesional--, meninggalkan  bangku sekolahmu disini,  rumah, orang tua, dan saudara saudaramu,  itu demi tekadmu   yang kuat,  dan mulai saat itu ibu berjanji akan tetap mendukungmu,  dengan apapun, termasuk dengan DOA dan airmata.  Kau memang   anak yang  kuat, dan ibu tidak pernah lelah memujimu. Sungguh Allah Maha Kuat, Semoga  DIA  semakin menguatkanmu. Aamiin
Apakah kau masih kecewa hari ini anakku,,,??
Kau sudah  paham bukan? Bahwa roda itu terus berputar agar pedati  bergerak dan berjalan.  Meskipun harus rela dibawah,  juga harus siap diatas. Demikian  juga dengan nasib, bukan tentang menjadi apa kau hari ini, tapi sejauh apa kau berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.  Rumput, bola,  lari, sit-up, push-up,  jumping, heading, atau apalah namanya,  harus tetap kau kejar dengan angka terbaik,  harus total itu katamu,  meski lelah, bercucur keringat,  teruslah anakku,,,,  karena tekadmu sudah bulat. Kau harus jadi pemain dan pemenang, bukan pecundang !!  Ketika kau lelah, dan penat, jangan lupa,,, Berlarilah juga kepada Tuhanmu,  katakan “aku ingin KAU memberiku kekuatan lebih, sehingga aku bisa berlari lebih jauh lagi”..... dan  Ibu  takkan pernah bosan mendukungmu, mengganti butiran keringatmu selaksa tasbih yang akan terus dan teruuuussss bergulir,  mengangkasa keAgungan Allah .

Dengarkan  ini anakku,,,,
Ketika  prestasimu  surut,  bukan berarti  kau  tidak bisa maju lebih jauh lagi, tapi itu hanya karena kau jenuh, penat, wajar, wajar sekali,,, istirahatlah sejenak anakku, mari  duduk disini disamping ibu, rebahkan kepalamu dipangkuan ibu, dan rasakan betapa detak jantung ibu adalah detak jantungmu, dan doa-doa ibu adalah nafasmu, ibu akan membacakan kembali kalimat sakti yang selalu menjadi favoritmu, “JUARA SEJATI BUKAN YANG TIDAK PERNAH GAGAL, TAPI DIA YANG SELALU BANGKIT SETIAP KALI TERJATUH”  Entah darimana kau dapatkan kalimat ini, kau pintar sekali memaknai kata, sehingga ini menjadi obor semangat buatmu.  Hey, betapa bangganya memilikimu....
Ketika kau kecewa dengan keadaan, dengan teman-temanmu, tetaplah berbaik sangka, bukankah mereka teman teman seperjuanganmu? Berjuanglah kalian bersama sama, kerja keras itu akan manis pada akhirnya. Sungguh  Allah tidak akan pernah mengujimu diluar batas kemampuanmu.  
Ketika langkahmu melemah, marah dengan keadaan, iri melihat temanmu yang lain menikmati masa mudanya, bermain dengan leluasa, bergaul dengan siapa saja, sementara kau hanya terkurung disitu, berpeluh peluh dilapangan dibawah terik matahari, setiap hari berlatih dan berlatih,, dengarkan kalimat sakti ini ( lagi ) “INNAA MA’AL  ‘USRI YUSRON, FAINNAA MA’AAL ‘USRI YUSRON” Sungguh dibalik kelelahanmu, ada kemudahan untukmu, tidak kini,  nanti pasti. Jangan pernah berhenti....!!! mungkin hari ini lelah, tapi yakinlah, keringatmu tidak akan pernah mengering sia-sia.
Teruslah bergerak, karena dengan itu kau akan terlepas dari belenggu, ketika waktu itu kau sudah sampai di belahan bumi Allah yang lain, ibu ingin melihatmu ketempat yang lain lagi, menjelajah dunia, menggali ilmu, ibu senang, kakak, adik-adikmu, dan semua keluarga bangga, dan masih ingin menyaksikan kesuksesan mu dari tribun penonton, U-17, U-19, U-21,,, bahkan sampai setinggi tingginya,,, menantimu,,,,  mendoakanmu,,, namun jikapun tidak,  ibu tetap bangga denganmu, karena kau tetap juara dihati ibu.
Tetaplah tawaddu’ anakku, karena sejatinya padi yang  siap panen itu tidak pernah membusungkan diri, ia merunduk, memperlihatkan kematangannya.  Mintalah  selalu kepada Allah, agar DIA selalu menjagamu, meridhoi  setiap tarikan nafasmu, menjauhkanmu dari sombong dan angkuh senantiasa menyelimutimu dengan Rahmat dan kasih sayangNYA, dan jika sudah, ceritakan pada ibu, ibu akan senang sekali mendengarnya.
Lalu dengarkan doa ibu hari ini,,,,
Yaa Rabbanaa,,, Bukankah kau sudah melihat kerja kerasnya? Mendengar  doa-doanya  dan juga doaku? Hamba  mohon kepadaMU Yaa Tuhanku,  berikankan  anak-anakku kekuatan lebih, jadikan mereka  anak-anak yang kuat, anak-anak yang selalu dijalan-Mu, cukupkan mereka dengan rezekiMU sayangi mereka, jangan biarkan mereka lalai dari mengingatMU, teguhkan mereka dalam Iman dan Islam, jadikan mereka sebaik-baik ummat  Nabi-MU Muhammad SAW.
“Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa, wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yunin wa ja’alnaa lilmuttaqiina imaaman”,,, Aamin Yaa Rabbal’aalamiin....


read more "Untukmu Garuda Mudaku"