Melahirkan adalah proses akhir dari kehamilan yang sukses manusia, yang menghasilkan seorang bayi yang dilahirkan. Dan melahirkan secara normal adalah impian setiap ibu hamil, bahkan akan terencana jauh sebelum kehamilan itu sendiri.
Ketika kita bertemu dengan teman, keluarga, atau siapapun yang tengah hamil dan kita menanyakan, ingin melahirkan normal atau di operasi? Jawabnya, normal!
Mungkin karena doktrin, bahwa seorang ibu akan benar-benar menjadi ''sempurna'' ketika ia mampu berjuang dalam pergulatan rasa sakit yang teramat sangat, dengan pertaruhan hidup dan mati, yaitu melahirkan secara normal ( padahal saya yakin ''itu'' bukan satu-satunya cara untuk bisa mempertahankan predikat ibu sempurna ).
Bahwa melahirkan normal menjadi impian hampir semua ibu hamil, itu tidak bisa dipungkiri,
saya tidak ingin mengatakan semua, karena ternyata ada juga yang tetap ingin di''caesar'' kendati tidak ada indikasi apa-apa yang menyebabkan dia tidak bisa melahirkan ''normal.
Beberapa tahun yang lalu seorang teman saya bercerita pada saya ( pada saat itu berbarengan dengan kehamilan saya yang kedua, dan kehamilan yang pertama bagi teman saya itu), dia mengatakan bahwa dia tidak ingin melahirkan normal, alasannya, karena takut sakit!!!.
Saya berusaha meyakinkan dia bahwa melahirkan itu adalah sesuatu yang sangat lumrah bagi wanita terlebih melahirkan secara normal, ini bukan suatu penyakit, kendati untuk melewatinya memang benar-benar sakit. Saya bilang, anggep saja seperti bisul (iiihh,,,sinonimnya kok cetek amat yak...) yang pasti akan membesar, pecah dan setelahnya menjadi ringan.
Anda tidak akan percaya dengan keajaiban besar yang bisa anda lewati dengan sukses,,, dimana seorang anak adam dan bernyawa, keluar dari rahim anda sendiri, yang sebelumnya telah lelah anda rawat dan melekat erat dalam jasad anda, selama 9 bulan, bukan waktu yang singkat, mulai dari setetes mani, menjadi segumpal darah, lalu berkembang menjadi,janin yang dari hari kehari semakin membesar, tak lupa harus disuplai dengan berbagai makanan bergizi, protein tinggi, tentu saja dengan pemeriksaan rutin kedokter kandungan atau bidan, sekedar ingin tahu perkembangan, dan kesehatannya.... Yaah, makhluq yang semakin hari semakin keras saja menendang dinding perut anda, semakin membuat anda susah bernafas panjang, penasaran, seperti apa dia nantinya, dan tentu saja selalu mendoa, agar kelak menjadi anak sholeh yang selalu membanggakan semua orang.... AMAZING... (Insyaallah, kita semua bisa melewati ini...)
Tapi dia (teman saya) tetap bersikeras, selalu dengan alasan takut, ''toh juga dibayarin kantor suami ini'', begitu selorohnya, Ya sudahlah! akhirnya dia melewati bedah caesar.
Lanjut, 3 tahun berselang, teman saya ini hamil lagi, kali ini dia ingin sekali melahirkan normal, ''pengen juga sih ngerasain jadi ibu sempurna'' hmmm,,,alasan klasik!
Tapi apa boleh dikata, ternyata bayi yang dikandungnya kembar dan dengan posisi berbalik, artinya, janin yang satu dengan posisi kepala diatas yg satunya dibawah, dan dengan tegas dokter bilang "sangat riskan untuk bisa lahir normal'' Ironis... Sikembarpun lahir dengan proses yang sama, Caesar...
Tiga anak dengan kelamin yang sama, perempuan...Diapun ingin hamil lagi, berharap kali ini anaknya laki-laki, dan masih dengan harapan juga ingin melahirkan normal. masuk usia kehamilanya ke 9 bln, takdir berkata lain, Tensi darahnya tinggi, akhirnya sudah bisa ditebak, caesar lagi, tapi masih beruntung, kali ini anaknya laki-laki... namun tekadnya untuk bisa melahirkan normalpun sia-sia. (anak bungsunya lahir, bertepatan dengan kelahiran anak saya yang ke-empat, bedanya, saya tetap bisa melahirkan normal,,,Alhamdulillah!!)
Begitulah, semua tidak pernah lepas dari kehendak ALLAH semata....
Well, setelah berpanjang lebar dengan kondisi teman saya tsb,
masih banyak lagi penyebab seseorang harus menjalani operasi caesar : posisi nyungsang, tidak ada bukaan, kontraksi tidak teratur, kehabisan air ketuban, faktor usia, rangka pinggul kecil ( mungkin klo yg ini emang kudu dioperasi, jika janin lebih besar drpada rangka pinggul) dan masih banyak lagi.
Tapi, terlepas dari keadaan diatas, ada juga seorang ibu yang harus menjalani caesar karena kepentingan bisnis dokter itu sendiri ( misalnya, karena klinik bersalin adalah milik pribadi dokter tersebut, isu ini beredar dan nyata terjadi pada sebuah klinik yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari tempat tinggal saya) Jadi dengan sedikit saja indikasi yang agak menyulitkan proses kelahiran normal, maka si dokter langsung dengan tindakan singkat "harus di caesar''.
Ini terjadi pada teman saya yang lain, seminggu menjelang HPL, dokter mengatakan bahwa janin tidak tepat berada diruang obligasi, beberapa derajat miring ke kanan, padahal semenjak kehamilan 0-9bln dia memeriksa pd dokter yg sama ( dokter yang saya sebut diatas) dan sudah bisa ditebak vonisnya, dengan rasa sedih dia bercerita tentang ketakutannya menghadapi operasi, saya menyarankannya untuk mendatangi seorang dukun urut bayi, dan diapun setuju, saya mengajaknya ke seorang dukun urut bayi untuk sekedar di''benarkan'' posisi janinnya, (karena entah kenapa, saya selalu merasa perlu melakukan ini ''urut hamil'', bahkan sampai kehamilan ke-empat) menurut si dukun urut, memang benar janin agak miring tapi masih bisa di''benerin'', dan sama sekali tidak perlu operasi...Lega sekali rasanya, ketika melihat dia bisa melahirkan normal tepat pada waktu yang sudah diperkirakan...meskipun dia harus pindah ke dokter kandungan yang lain.
Kegigihan, kesiapan, dan keberanian menghadapi ''kelahiran'' juga berpengaruh kuat pada proses kelahiran itu sendiri, ada ibu yang menyerah begitu saja dengan keputusan dokter, tapi tidak sedikit yang merasa perlu melakukan ''second opinion'', ada juga yang dengan amat sangat kuat melewati masa sakit mejelang kelahiran dan dengan tegas menolak saran dokter untuk di''caesar'' kendati merasakan sakit sampai tiga hari, bayangkan, dengan kontraksi terus-menerus, sakit yang luar biasa, sampai tiga hari, Subhaanallah!! karena dia sangat yakin bahwa dia bisa melahirkan normal (salut buat mama Sarah, perjuangan yang luar biasa! ).
Melahirkan, apapun jalannya ( beruntung sekali rasanya saya bisa melewati empat kali proses kelahiran dan semua normal, Alhamdulillah, karunia terindah yang Allah percayakan buat saya) tetap merupakan kemulyaan bagi seorang wanita, dimana Allah sudah nyata menjanjikan syahid bagi wanita yang melahirkan.
Peran aktif suami, kasih sayang, perhatian, dan dukungan penuh akan sangat membantu selama proses kehamilan sampai kelahiran, dan yang menjadi PR kita selanjutnya adalah bagaimana kita bisa sepenuhnya melewati, menikmati, mensyukuri peran kita setelahnya yaitu menjadi ibu yang tentunya tidak mudah.
============================================================
Tulisan ini dibuat, tidak berdasar pada karya ilmiyah, hanya berdasar pada pengalaman pribadi, dan teman, jadi, jika ada kesalahan dan kekeliruan mohon diluruskan, semoga bisa menjadi pelajaran buat semua.
"Buat teman, saudara, kerabat yang saat ini tengah hamil, atau setidaknya ingin hamil lagi,
semoga Allah memudahkan, melancarkan, dan menyehatkan, kondisi ibu juga bayinya,
Dan menjadikan anak-anak kita, anak yang sholeh dan sholehah, selalu menjadi ''qurrataa'yun''
Dan menjadi aset berharga, pendo'a handal kita setelah ketidakberadaan kita. Amien
Rabbanaahablanaaminashshoolihiin.....
2 komentar:
Pilihan ada di tangan kita, pun rencana namun kepastian dan kehendak Allahlah yang menetukan.
dan Amin... untuk do`a ukhti yang ukhti ucapkan di akhir tulisan. salam Ana nie ( Lombok )
Sepakat,,,!! terima kasih sudah berkenan mampir,,,smg bisa jd sahabat...
Posting Komentar